Media

KUNJUNGAN AUDIENSI FPPTI JAWA TENGAH KE SUARA MERDEKA

Posted on Updated on

SEMARANG- Saat ini di kalangan perguruan tinggi ada keresahan akibat munculnya Surat Edaran (SE) dari Dirjen Dikti bernomor 152/E/T/2012. Surat edaran itu mengatur tentang kewajiban mengunggah atau menayangkan karya ilmiah di media massa atau jurnal sebagai syarat bagi calon mahasiswa yang akan lulus baik tingkat S1, S2 maupun S3.

FPPTI Jawa Tengah - Kunjungan Ke Suara Merdeka
FPPTI Jawa Tengah - Kunjungan Ke Suara Merdeka

”Di kampus saat ini ada pro dan kontra atas adanya SE No 152 itu,” kata Wiji Suwarno, Sekretaris Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah saat kunjungan ke redaksi Suara Merdeka, kemarin. Diungkapkan, kewajiban bagi calon wisudawan untuk mempublikasikan karya ilmiah melalui jurnal di kampus atau media massa itu tidak mungkin bisa dilakukan karena jumlah mahasiswa mencapai ribuan orang.

”Biasanya satu jurnal di kampus hanya memuat 10 tulisan. Berarti jika satu periode kelulusan ada 1000 mahasiswa maka akan dibutuhkan 100 jurnal untuk menampung karya ilmiah 1000 calon wisudawan tadi. Dari segi kuantitas jelas ini sangat sulit dilaksanakan,” kata dosen yang juga pustakawan dari STAIN Salatiga itu.

Responsif

Kunjungan rombongan FPPTI Jateng, kemarin dipimpin Ketua FPPTI Dra Hj Ahyati Rahayu didampingi 14 pengurus lainnya. Rombongan diterima staf redaksi Suara Merdeka  Arswinda Ayu R.

Berkaitan dengan persoalan di atas FPPTI berharap Suara Merdeka dapat diajak bekerja sama memuat karya ilmiah dari para calon mahasiswa dan kalangan dosen dari berbagai kampus. ”Semoga ada kerja sama untuk rubrik atau kolom khusus yang dibuat oleh Suara Merdeka untuk menjembatani pemuatan karya ilmiah dari calon mahasiswa di media massa kepercayaan masyarakat Jawa Tengah ini,” harap Ahyati.

Selain tentang pro kontra kewajiban memuat karya ilmiah mahasiswa di media massa, FPPTI berharap media massa lebih banyak mengupas tentang perpustakaan di berbagai lingkungan pendidikan, baik di tingkat Perguruan Tinggi juga  SD, SMP, SMA.

”Selama ini dunia perpustakaan kurang dipublikasikan. Padahal banyak hal menarik tentang perpustakaan yang perlu di-blow up. Semoga Suara Merdeka juga responsif memberitakan berbagai sisi menarik perpustakaan. Diakui saat ini minat membaca di kalangan murid atau mahasiswa sangat menurun. Banyak siswa yang masih menilai perpustakaan hanya sebagai gudang buku, padahal perpustakaan adalah sebagai urat nadi peradaban,” papar Widji.

Dalam kunjungan itu Rombongan FPPTI juga berkesempatan melihat proses produksi Suara Merdeka mulai dari ruang redaksi, layout/scan, plate (CTP) hingga proses cetak. ”Wah, puas bisa melihat sampai ke proses cetak media massa,” kata salah satu pengurus saat melihat langsung proses cetak tabloid keluarga Cempaka di ruang cetak. (F1-72)

(/)

Salinan dari  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/03/09/179660/Dunia-Perpustakaan-Kurang-Dipublikasikan

Iklan